sumber foto : pixabay.com
Membangun Rumah di Desa atau di Kota
Membangun rumah di desa atau di kota | Seseorang masyarakat didesa bisa mempunyai rumah gratis cuma dengan modal pisang goreng sama seteko air, serta satu orang di kota harus kerja banting tulang, putar otak, peras keringat, untuk mempunyai rumah yang diimpikan, bagaimana ini dapat berlangsung?
Satu orang masyarakat desa yang tidak punyai uang, patuh melaksanakan ibadah dan baik sama masyarakat seputar tentu saja mengharap punyai rumah untuk sekedar berlindung disaat hujan lebat mengguyur dan berteduh pada saat terik panas matahari memanggang ubun-ubun.
Kembali pada pisang goreng serta teko air yang dapat membuat kita memiliki rumah, bagaimana triknya? Tanah tidak punyai? bahan bangunan tidak ada? Jawabanya nyatanya ada satu emas yang belakangan ini banyak dilupakan masyarakat kota, ya satu emas tidak ternilai harga yakni karakter kegotong royongan masyarakat.
Di desa istilahnya sambatan satu orang yang ingin bangun rumah hadir pada satu diantara masyarakat yang kebetulan punyai tanah untuk minta tumpangan istilahnya mondok selanjutnya dengan suka hati langsung dikasih, masyarakat lain tidak ingin tertinggal rejeki dengan memberikan pertolongan bambu, kayu dan bahan bangunan lainnya kemudian warga bergotong royong membangunkan rumah yang punyai hajat menyiapkan cemilan pisang goreng sama air minum seperlunya, serta rumah juga jadi, gampang bukan. ^-^
Sesaat, Mengapa memberikan disebutkan mendapatkan rejeki, bukankankah malah kehilangan? Perihal ini pula sebagai momok masyarakat kota yang giat berlomba kuasai semua harta lewat cara yang kadang- terkadang tidak memedulikan penderitaan orang, tentu saja hasilnya juga memberi kepuasan sebab uang segepok bisa dicapai, tetapi apa yang berlangsung rejeki sebetulnya malah hilang.
Mengapa? Berikut ini ada berbagai macam tipe rejeki yang untuk mendapatkannya semua harus dipenuhi dengan imbang
Harta
Kesehatan
Rekan yang banyak ( bersilahturahmi )
Kasih sayang sama-sama.
Dan lain-lain. Yang baik-baik deh..
Pertanyaanya?
Bagaimana bila punyai harta melimpah tetapi tidak sehat? Ongkos berobat kan mahal serta sampai harta habis belum pasti pulih itu penyakit. ^-^
Bagaimana bila punyai harta melimpah tetapi dibenci kebanyakan orang di sekitar ? Yah paling-paling masyarakat seputar Hanya katakan, wah bagus tuch rumah… wah gedenya… AMAZING.. nah loh.. dikatain mengagumkan sama masyarakat seputar. ^-^
Bagaimana bila punyai rumah elegan tetapi keluarga amburadul ? Yah.. sudah cape-cape ngumpulin harta nyatanya anak tidak tertangani, bandel serta masuk penjara, pegang jidat dah…^-^
Disitulah jawaban mengapa memberikan malah mendapatkan rejeki, sebab dengan memberikan karena itu hubungan bersilahturahmi terjaga, disana harta tidak dibutuhkan, mengapa harta tidak dibutuhkan. Misalnya saat kita ingin masak tidak punyai garam cuma bermodal katakan tetangga langsung dikasih. Lalu masyarakat kota tidak punyai air minum saja harus ke warung gunakan angkutan ngeluarin harta tentunya.
Serta bagaimana dengan masyarakat kota yang mengharap rumah, mungkin langsung teringat segepok uang, untuk beli cat yang mengkilat , bergaya arsitektur paling baik, berdiri angkuh selain jalan, berpagar tinggi, ya… sukses sich, di dalam satu istana yang dibuat sebetulnya satu penjara sangkar emas yang bisa membuat kita seumur hidup belum pernah kenal tetangga.
Demikianlah Dua masyarakat sipil desa serta kota dengan dua buah jalan berlainan dengan arah sama yakni mempunyai rumah. Serta yang paling baik tentu saja menyatukan semangat kerja kota dengan kepaduan desa.
Minta maaf bila ada yang tersinggung, tangan yang sedang cedera tentu perih bila disiram air yang beri kesegaran, serta mudah-mudahan tulisan seperti air fresh serta kita ialah tangan yang sehat juga.
tulisan ini dibikin sekedar hanya memperingatkan makna khusus bersilahturahmi serta semangat kegotong royongan kita.
